kumpulan puisi
Penyesalan
tak kudengar suaramu
tak terlihat masa laluku
aneh tapi kurasa
bingung rintihan ini
tertinggal sunyi merenung tepi
takut bergetar pepohonan disampingku
membeku tak menyangka
kalau hidupku ternyata terkeriak
manis asam pahit menyandung kalbu
aku berjalan terus menerus
hingga masa laluku yang terbuang kejalan
mungkin takdir telah menakdirkan aku ditemani daun disamping
keraguan
ku coba untuk terus
ternyata berhenti dalam belati tajam
tertanam dalam diriku yakin
waktu memutarkan kepalaku terbelakang
namun hujan membasahi nafasku
aku berdiri sendiri tertidur
tak satupun dapat membangunkan ku
matahari pagi menyengat lidahku
membuatku terkesimak menatap matahari
ibuku yang terus menyiramku dengan api
namunku hanya menanggapi dengan es
bicaralah air padaku lewat tetesannya
juga tak kudengar……..
aku menutup mata dalam hati
tetap saja terlihat hanya gelap
